"Love you. Aku Benar-benar merindukanmu. Aku punya mimpi buruk tentang tank dan buldoser di luar rumah dan kau dan aku di dalam. Kadang-kadang ingin rasanya bertindak sebagai anestesi selama berminggu-minggu dan itu itu membuatku terpukul karena berulang-ulang setiap sore dan pada malam hari. Sesungguhnya Saya sangat takut melihat orang-orang di sini.
"Kemarin, saya melihat seorang ayah membawa kedua anaknya kecil, menggndongnya
tangan, keluar rumah melihat tank, penembak jitu sebuah menara, buldoser
dan jeep karena dia pikir rumahnya akan dihancurkan... aku kwatir karena berpikir bahwa orang ini dan anak-anaknya lebih nyaman untuk berjalan diruangan terbuka dan terlihat dari dari tank daripada tinggal di rumahnya. Aku benar-benar takut bahwa tentara israel akan menembak dan aku mencoba melindungi mereka dengan berdiri diantara mereka dan tank. Hal ini terjadi setiap hari, tetapi orangtua ini berjalan dengan dua anak kecil terlihat sangat sedih, melihat perhatian yang saya berikan...
"Kalau saya pergi dari Palestina, ini akan menghantui saya terus-menerus karena merasa bersalah karena tidak berada di sini untuk menolong mereka, tapi dengan berada disini aku bisa salurkan dengan bekerja lebih. Datang kesini adalah salah satu hal yang lebih baik yang pernah saya dilakukan. Jadi, ketika saya terdengar gila, atau jika militer Israel harus berhenti dengan kecenderungan rasis mereka agar tidak melukai orang kulit putih, silahkan….. pun alasan tepat buat saya pada kenyataan bahwa saya di tengah-tengah sebuah genosida yang saya juga tidak mendukung, dan pemerintah sebagian besar bertanggung jawab.
"I Love You Dad ..."
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment